Promosi Investasi

Kondisi Prasarana

 

Kondisi prasarana yang ada di Kabupaten Karimun terdiri dari Prasarana Jaringan Transportasi, Prasarana Jaringan Energi, Prasarana Jaringan Air Bersih, Prasarana Jaringan Telekomunikasi, dan Prasarana Sistem Persampahan. Berikut penjelasannya:

Pembangunan dan pengembangan infrastruktur merupakan upaya pembangunan di daerah yang telah dilaksanakan dengan melibatkan investasi baik yang berasal dari Pemerintah maupun pihak Non Pemerintah (Badan Usaha Milik Negara dan Swasta). Seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Karimun dengan keunggulan komparatif dan kompetitifnya, memiliki prospektif untuk dipromosikan ke pasar berskala regional maupun internasional. Hal ini terkait dengan posisi geografis wilayah Kabupaten Karimun yang strategis terhadap jalur perdagangan internasional. Keberadaan prasarana yang handal telah menjadi sebuah kebutuhan mendesak dalam mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Karimun, mengingat potensi wilayah Kabupaten Karimun yang besar dengan keunggulan kompetitif pada sektor-sektor pertambangan, sektor pertanian dalam arti luas (perkebunan, perikanan serta hortikultur).

Prasarana Jaringan Transportasi

Pembangunan sektor perhubungan mempunyai fungsi yang sangat penting untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, serta mobilitas manusia di seluruh daerah terutama pada daerah pusat-pusat pengembangan dan produksi, wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Adanya fasilitas perhubungan yang memadai memberikan daya tarik yang sangat diperhitungkan bagi investor untuk menanamkan modalnya, karena kegiatan ekonomi pada dasarnya juga tergantung pada ketersediaan prasarana dan sarana perhubungan yang memadai.

 Transportasi Darat

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang penting dalam menyokong kegiatan perekonomian khususnya mobilisasi penduduk dan barang, dimana tadinya daerah yang terisolasi tidak dapat memasarkan produk, baik dari hasil pertanian dan lainnya maka dengan adanya jalan dan pasarana pendukung lainnya, seperti jembatan dll, maka dapat mendongkrak tingkat ekonomi dan nilai harga suatu barang di suatu daerah, bahkan yang tadinya masyarakat ingin berbelanja karena sulitnya akses jalan menjadi biaya ekonomi tinggi, oleh sebab itu tidaklah berlebihan bila akses jalan ini menjadi skala prioritas untuk pembangunannya termasuk akses pendukung yang lainnya seperti jembatan dll.

Berikut ini merupakan panjang jalan yang ada di Kabupaten Karimun dengan panjang jalan 1.055.312 M. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Panjang Jalan Menurut Kecamatan dan Pemerintahan yang Berwenang Mengelolanya di Kabupaten Karimun (M) Tahun 2016

No. Kecamatan Negara Provinsi Kabupaten Jumlah
1 Moro 0 0 163.545 163.545
2 Durai 0 0 96.129 96.129
3 Kundur 0 27.700 153.820 181.520
4 Kundur utara 0 33.000 131.975 164.975
5 Kundur barat 0 31.000 23.500 54.500
6 Ungar 0 4.500 21.500 26.000
7 Belat 0 13.100 20.700 33.800
8 Karimun 3.190 7.140 81.441 91.771
9 Buru 0 0 83.910 83.910
10 Meral 13.550 0 37.986 51.536
11 Tebing 0 26.290 53.486 79.776
12 Meral barat 9.510 990 17.350 27.850
Jumlah 26.250 143.720 885.342 1.055.312

Sumber : Kabupaten Karimun Dalam Angka, 2017

Untuk lebih jelasnya mengenai panjang dan kondisi jalan yang ada di Kabupaten Karimun dapat dlihat pada tabel dibawah ini.

                       Panjang Jalan Menurut Kecamatan dan Kondisi Jalan di Kabupaten Karimun (M) Tahun 2016

No. Kecamatan Baik Sedang Rusak Rusak Berat
1 Moro 58.276 27.369 30.335 47.565
2 Durai 40.098 18.961 14.987 22.083
3 Kundur 73.017 26.313 35.671 46.519
4 Kundur utara 50.078 18.567 38.713 57.617
5 Kundur barat 31.995 7.565 7.268 7.672
6 Ungar 7.913 2.087 2.065 8.935
7 Belat 10.401 5.899 8.963 8.537
8 Karimun 46.706 17.281 13.415 14.369
9 Buru 16.379 6.351 23.763 37.417
10 Meral 34.989 6.482 4.686 5.379
11 Tebing 45.952 15.319 10.378 8.127
12 Meral barat 18.070 3.580 2.506 3.694
Jumlah 433.874 155.774 197.750 267.914

Sumber : Kabupaten Karimun Dalam Angka, 2017

Berikut ini merupakan kondisi panjang jalan menurut jenis permukaan yaitu di dominasi dengan jenis permukaan aspal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

                  Panjang Jalan Menurut Kecamatan dan Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Karimun (M) Tahun 2016

No.
Kecamatan Aspal Tidak Diaspal Lainnya Jumlah
1 Moro 44.290 106.300 12.955 163.545
2 Durai 3.200 52.250 40.679 96.129
3 Kundur 81.270 17.725 82.525 181.520
4 Kundur utara 50.300 4.700 109.975 164.975
5 Kundur barat 39.050 1.550 13.900 54.500
6 Ungar 10.500 15.500 0 26.000
7 Belat 0 11.850 21.950 33.800
8 Karimun 73.295 938 17.538 91.771
9 Buru 70.710 12.950 250 83.910
10 Meral 51.536 0 0 51.536
11 Tebing 72.426 3.350 4.000 79.776
12 Meral barat 24.950 0 2.900 27.850
Jumlah 521.527 227.113 306.672 1.055.312

Sumber : Kabupaten Karimun Dalam Angka, 2017

Untuk membuka keterisoliran daerah serta pemerataan pembanguan dan mempunyai akesibilitas (kemudahan pencapaian) antar pulau yang baik, dikembangkan juga jembatan antar pulau yang akan menghubungkan arus lalu-lintas antar pulau. Dalam hal ini rencana pengembangan jembatan antar pulau akan menghubungkan Kabupaten Karimun sebagai Pusat Kegiatan Wilayah – Pulau Parit – Pulau Lumut – Pulau Papan – Pulau Belat dan Pulau Kundur. Adanya jembatan penghubung akan berperan sebagai penghubung sistem kegiatan perkotaan yang ada, sehingga tujuan pembangunan dan penataan ruang di Kabupaten Karimun dapat tercapai.

Berdasarkan RTRW Provinsi Kepulauan Riau pengembangan jaringan lintas angkutan penyeberangan sebagai sarana jembatan bergerak yang menghubungkan antar pulau untuk jangka pendek direncanakan pada lintas penyeberangan Tanjung Pinang – Tanjung Balai Karimun dan Mengkapan (Riau – Sumatera) di pelabuhan penyeberangan Ro-ro Parit Rampak, sedangkan untuk jangka menengah direncanakan pada lintas penyeberangan Tanjung Balai Karimun – Selat Belia (Kab. Karimun) di pelabuhan penyeberangan Ro-ro Selat Beliah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya
English EN Indonesian ID
Butuh Bantuan? Berbincanglah dengan kami